Minggu, 15 November 2015

Rest in Peace

Seperti yang kita ketahui, pada abad ke-21 ini, laju perkembangan teknologi dan informasi sangat pesat. Manusia seolah-olah berada dalam suatu desa khusus yang disebut desa global (global village). Kehadiran teknologi tersebut memberikan implikasi yang sangat besar terhadap kehidupan manusia, termasuk mahasiswa. Sebagai agen perubahan, mahasiswa dituntut untuk bisa menyeimbangkan laju perkembangan tersebut dengan bermodalkan pengetahuan yang diperoleh baik di dalam ataupun di luar kampus. Ironisnya, teknologi dan informasi yang berkembang pesat justru kerap berdampak buruk pada kehidupan mahasiswa. Hal ini yang kemudian menjadi faktor pemicu terjadinya dekadensi (kemerosotan) moral pada mahasiswa di era abad 21. Kegiatan-kegiatan yang saat ini lebih diprioritaskan oleh mahasiswa, seperti :

1.      Budaya mengkonsumsi narkoba

Fenomena penggunaan narkoba bukan suatu yang baru di Indonesia dan sering menjadi isu pemberitaan media. Mahasiswa yang seringkali dipandang sebagai orang terdidik, agen perubahan sosial dan berbagai atribut mulia lain yang disematkan pada diri mereka ternyata paling banyak mengkonsumsi narkoba.
Banyak media memberitakan mahasiswa yang ditangkap oleh polisi karena melakukan tindakan amoral seperti minum-minuman keras di kampus atau pun di rumah kos, mengkonsumsi obat-obatan terlarang serta menjadi distributor atau pengedar narkoba.

2.      Seks bebas

Masalah lain yang kerap dikaitkan dengan mahasiswa adalah kehamilan di luar nikah akibat seks bebas. Proses pengendalian diri yang sangat lamban di tengah arus perubahan yang sangat besar akan berimplikasi buruk pada kehidupan mahasiswa. Kamar kos seringkali menjadi saksi bisu tempat kebanyakan mahasiswa melakukan hubungan intim di luar nikah. Fenomena kumpul kebo bukan lagi suatu yang tabu bagi kebanyakan mahasiswa.

3.      Budaya menyontek dan plagiasi

Aktivitas menyontek dan plagiasi (menjiplak) tulisan orang bukan suatu yang baru lagi di kalangan mahasiswa. Kehadiran teknologi ternyata justru sangat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan tindakan amoral ini.
Ketika ujian dimulai, mahasiswa mencari informasi sebagai pendukung jawaban mereka melalui gadget. Ada juga yang menyelipkan "kertas-kertas kecil" berisi poin-poin penting dalam lembaran jawaban ujian.
Selain menyontek, plagiasi juga sudah membudaya di kalangan mahasiswa. Berkat bantuan mesin pencari, mental easy going semakin bertumbuh subur. Betapa tidak, banyak mahasiswa yang melakukan copy paste dari tulisan orang, mengganti identitas dengan namanya kemudian mengumpulkan hasil penjiplakan itu ke dosen. Hal ini tentu saja suatu perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Sejatinya berbagai informasi di internet hanyalah sebagai referensi yang mendukung proses pengerjaan tugas, bukan diambil secara mentah.

4.      Titip absen (TA)

Istilah TA yang merupakan akronim dari titip absen merupakan hal lumrah dan seringkali dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa. Biasanya, mahasiswa akan menyuruh teman meniru tanda tangan pada baris namanya. Budaya titip absen ini merupakan representasi dari kepribadian mahasiswa yang malas, tidak jujur dan tidak bertanggung jawab. Beberapa kampus mengantisipasi tumbuh dan berkembangnya budaya titip absen dengan menerapkan sistem absen sidik jari. Dekadensi (kemerosotan) moral tentu saja sesuatu yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang, termasuk mahasiswa. Guna mengatasi masalah tersebut sehingga mahasiswa kembali pada jalur yang benar diperlukan bantuan dari semua elemen. Tidak hanya pemerintah, melainkan juga keluarga, teman sepermainan, sekolah dan juga pihak kampus.

Minggu, 28 Juni 2015

Jangan Lepaskan! Wanita yang Memiliki 8 Kualitas Ini Harus Dipertahankan!

 1. Komunikasi adalah kunci sukses dalam hubungan, karenanya dia tak enggan mengungkapkan apa yang dirasakan



Pribadinya yang memahami jika komunikasi yang baik akan membuat suatu hubungan berjalan lancar menjadikan sosoknya menjadi orang yang tidak ragu untuk mengungkapkan perasaannya. Jika dia sedih dia akan bilang ke kamu, begitupun jika tindakanmu membuat dirinya tidak nyaman. Tanpa menunggu masalah berlarut-larut, dia akan memperingatkan jika perbuatanmu membuatnya sedih.

2. Dia menjadikanmu pribadi yang lebih “kaya” lagi. Dia tak lelah berbagi opini dan menginspirasi setiap hari


Berbeda dengan gadis remaja labil pada umumnya, sosok si dia akan menginspirasimu setiap hari dengan opininya yang sering kali berbeda denganmu. Dialah sosok yang tak ragu mengungkapkan apa yang dipikirkannya, walaupun berbeda dengan jalan pikirmu.
Berbeda ketika dulu kamu menjalani hubungan dengan gadis labil sebelumnya, yang cenderung menyembunyikan perasaannya demi hubungan kalian yang bahagia tanpa ada cek-cok. Tapi seiring bertambahnya usia, pikirannya juga akan menjadi lebih matang.

3. Dia tak pernah ragu mengkritik, tujuannya agar kamu bertumbuh jadi manusia yang lebih baik


Ucapan kritik yang keluar dari mulutnya adalah bentuk lain dari bahasa sayang yang dia ungkapkan demi membuat dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

4. Gadis yang patut kamu pertahankan selalu bisa bersikap dewasa. Dia tak akan meminta semua waktu yang kamu punya


Sebagai individu berbeda yang mempunyai kesibukan dan cita-cita yang ingin dicapai, tentu kalian punya kehidupan yang berbeda pula walaupun rasa cinta telah mengikat kalian kedalam sebuah hubungan. Sosoknya yang mengerti jika kamu tidak akan pernah bisa mencurahkan 100% waktunya untuk dirimu tentu akan memberi pengaruh baik.
Setidaknya, kamu bisa lebih fokus dengan aktivitas persiapan masa depanmu, tanpa perlu khawatir ada pihak yang merasa diabaikan. Sekalipun jarang bertemu, dia pun tak akan merasa keberatan. Justru hal tersebut menjadikan sebuah pertemuan begitu berharga sehingga kualitas hubungan akan menjadi lebih baik.

5. Dia bukan perempuan yang silau karena tampang semata, kepribadian dan pencapaianmu yang membuatnya jatuh cinta


Tampang keren atau style berpakaiannya yang modern tidak lagi menjadi faktor utama yang dia cari dalam sebuah hubungan. Pandangan visionernya dibuktikan dengan melihat sosokmu dari sudut pandang yang lain, sudut pandang yang akan berpengaruh pada kehidupan kalian kelak ketika berumah tangga. Sosokmu yang bertanggung jawab, pekerja keras tanpa meninggalkan agama adalah kriteria pemimpin yang dia butuhkan untuk mendampinginya kelak dalam hubungan yang lebih serius. Sekalipun dia menyebutmu dengan istilah ganteng atau keren, istilah itu memiliki arti tentang kualitas dirimu.

6. Sikap saling menghormati itu penting dalam hubungan. Dia adalah pribadi yang tak mau diremehkan


Begitu juga dengan hubungan, kebahagiaan dua sisi adalah hakikat keberhasilan sebuah hubungan walaupun konflik sering kali muncul. Saling menghormati dengan tidak meremehkan pendapatnya atau menganggapnya sebagai mahluk yang lemah adalah pilihan tepat yang bisa kamu lakukan jika menjalin hubungan dengan si dia yang kita sebut wanita cerdas yang sederhana.

7. Gadis yang layak kamu perjuangkan tak suka bermain-main dengan perasaan


Keseriusannya dalam menjalani hubungan terlihat dari sikapnya yang tidak suka main-main. Hanya kamulah satu-satunya pria yang ada di hatinya. Jika dia sedang dirundung masalah, kamulah pelabuhan yang akan dia tuju.
Sebisa mungkin sosoknya akan menjaga jarak ketika berhubungan dengan teman-teman prianya. Dia juga bukanlah orang yang akan bermain petak umpet dengan menyembunyikan perasaannya terhadapmu, karena dia percaya sepenuhnya bahwa kamu adalah masa depannya. Dia tak ragu untuk terbuka tentang pikiran dan perasaannya.

8. Cukup baginya jika kamu menikmati pekerjaan yang kamu jalani. Dia bukan wanita yang silau dengan
materi


Yang dia butuh dan inginkan adalah agar dirimu sebisa mungkin menikmati pekerjaan yang saat ini tengah kamu lakukan. Dia percaya, jika kamu bahagia dalam mengerjakan sesuatu maka kehidupan kalian juga akan bahagia. Dia tidak akan menuntutmu untuk menjadi seorang pegawai dengan gaji besar seperti yang orang lain dambakan, atau berpenghasilan banyak agar hidupmu terjamin keamanannya. Berjuang bersama denganmu menjadi pilihan yang dia tempuh karena dia percaya jika sebenarnya “kebahagiaan” adalah hal yang kalian cari, bukan materi.

Wanita seperti dia mungkin menjadi mahluk yang sedikit rumit untuk kita pahami, tetapi kedewasaan yang muncul dalam dirinya lah yang sebenarnya akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadinya yang seperti justru membuat kita bahagia dan merasa tenang.
Memiliki wanita yang bisa memahami kita menjadi salah satu kunci semangat kita menghadapi beratnya kehidupan.


*Inspired by Kawanku Magazine, June 2015