Kamis, 11 September 2014

NASKAH DO'A PENUTUP PELANTIKAN PANITIA PEMILU KETUA OSIS PERIODE 2014-2015

Assalamualaikum Wr. Wb.
Marilah kita tundukan kepala sejenak seraya memohon dan berdo’a kepada Allah SWT.
Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin Hamday yuwaafii ni’amahu wayukaafi umaziidah. Yaa Robbanaa lakal-hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhikal kariimi wa ‘azhiiimi shulthoonik. Allohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammaadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Ya Allah Yang Maha Penuh Kasih dan Sayang
Puji dan syukur kami panjatkan kehadliratMu atas segala limpahan rahmat dan karunia yang telah Engkau berikan kepada kami. Pada pagi hari yang cerah ini atas izin dan ridhoMu Ya Allah,  kami dapat berkumpul untuk melaksanakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 2 Garut Periode 2014-2015.
Ya Allah yang Maha Arief
Pada hari ini kami akan melaksanakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 2 Garut periode 2014-2015 dengan penuh arief dan ikhlas. Untuk itu limpahkanlah keridhaanMu, kesehatan dan kekuatan kepada pimpinan kami yang akan dipilih sesuai dengan izin dan ridhoMu ya Allah.
Ya Allah yang Maha Kasih
Tiada artinya kerja kami tanpa kasih dan sayangMu serta petunjukMu;
Untuk itu ya Allah, limpahkan selalu kasih dan sayangMu, dan petunjukMu
kepada pimpinan kami, yang akan dipilih, sehingga mampu membawa kejayaan SMA Negeri 2 Garut, berlayar ditengah gelombang reformasi di bidang Pendidikan dan Organisasi, menuju pelabuhan pembaruan OSIS SMA Negeri 2 Garut yang kami cita-citakan.
Ya Allah yang Maha Petunjuk
Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar adanya, dan berikan kemampuan kepada kami, untuk melaksanakannya dan tunjukkanlah kepada kami yang salah itu salah, dan berikan kekuatan kepada kami untuk menghindarinya.
Satu padukanlah hati ini dalam ikatan persamaan yang kuat, saling bantu membantu dengan kebersamaan, untuk membawa OSIS SMA Negeri 2 Garut kepada harapan yang cerah, jaya dan dihormati.
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhirooti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar.
Washolallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhanaa Robbika Robbil izzaati ammaa yashifuun. Wasalaamun ‘alal mursalin. Wal hamdulillahi Robbil ‘aalamiin. Fibaroqatil Al-Fatihah …………………………………………..!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 29 Juli 2014

If You're Not The One

If you're not the one, then why does my soul feel glad today?
Jika kau bukan seseorang itu, kenapa jiwaku merasa gembira hari ini?
If you're not the one, then why does my hand fit yours this way?
Jika kau bukan seseorang itu, kenapa tanganku begitu pas dengan tanganmu?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
Jika kau bukan milikku, kenapa hatimu menjawab panggilanku?
If you you are not mine, would I have the strength to stand at all?
Jika kau bukan milikku, apakah aku akan memiliki kekuatan untuk bertahan?

I never know what the future brings
Aku tak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan
But I know you're here with me now
Namun kutahu kau di sini bersamaku saat ini
We'll make it through and I hope
Kita 'kan melewati ini dan kuharap
You are the one I share my life with
Kaulah seseorang yang akan berbagi hidup denganku

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
Aku tak ingin lari tapi aku tak kuat menahannya, aku tak mengerti
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Jika aku tidak ditakdirkan untukmu, lalu kenapa hatiku mengatakan bahwa akulah takdirmu
Is there anyway that I can stay in your arms?
Adakah cara agar aku bisa terus kau dekap?
If I don't need you, then why am I crying on my bed?
Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa aku menangis di tempat tidur?
If I don't need you, then why does your name resound in my head?
Jika aku tak membutuhkanmu, kenapa namamu bergema di kepalaku?
If you're not for me, then why does this distance name my life?
Jika kau bukan untukku, kenapa jarak ini meruntuhkan hidupku?
If you're not for me, then why do I dream of you as my wife?
Jika kau bukan untukku, kenapa aku memimpikanmu menjadi istriku?

I don't know why you're so far away
Aku tak tahu kenapa kau begitu jauh
But I know that this much is true
Namun kutahu semua ini benar
We'll make it through and I hope
Kita 'kan melewati ini dan kuharap
You are the one I share my life with
Kaulah seseorang yang akan berbagi hidup denganku

And I wish that you could be the one I die with
Dan kuharap kau bisa jadi seseorang yang menemaniku hingga mati
And I pray that you're the one I build my home with
Dan ku berdoa kaulah seseorang yang akan membangun rumah bersamaku
I hope I love you all my life
Kuharap aku mencintaimu selama hidupku

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
Aku tak ingin lari tapi aku tak kuat menahannya, aku tak mengerti
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Jika aku tidak ditakdirkan untukmu, lalu kenapa hatiku mengatakan bahwa akulah takdirmu
Is there anyway that I can stay in your arms?
Adakah cara agar aku bisa terus kau dekap?
'Cause I miss your body and soul so strong
Karna aku sangat merindukanmu jiwa dan raga
That it takes my breath away
Hingga aku hampir mati

And I breath you into my heart
Dan kuhirup dirimu ke dalam hatiku
And I pray for the strength to stand today
Dan aku memohon kekuatan untuk bertahan hari ini

'Cause I love you whether it's wrong or right
Karna aku mencintaimu entah ini salah atau benar
And though I can't be with you tonight
Dan meski aku tak bisa bersamamu malam ini
And though my heart is by your side
Dan meski hatiku di sisimu

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
Aku tak ingin lari tapi aku tak kuat menahannya, aku tak mengerti
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Jika aku tidak ditakdirkan untukmu, lalu kenapa hatiku mengatakan bahwa akulah takdirmu

Is there anyway that I can stay in your arms?

Adakah cara agar aku bisa terus kau dekap?

Kamis, 01 Mei 2014

Seputih Abu-abu

Desah nafas memburu. Aliran darah turut berpacu. Ikut menjemput bersama sang waktu. Yang jauh terkubur dimasa lalu. Kisah Putih dan Abu-abu…

Aku mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan ini. Membiarkan ingatanku larut bersama udara yang menjemput kenangan masa lalu. Secuil kisah yang bahkan sudah rapuh tertimbun oleh waktu. Helaan nafasku pun sudah ragu untuk mengenali memori kala itu. Sebegitu jenuhkah otakku karena terus dijejali dengan ingatan tentang rasa itu? Pandanganku membeku, tatkala mataku berhenti pada satu titik. Objek itu seakan menahan kedua indra penglihatanku untuk tidak lepas dari sana. Dia…

Putih dan Abu-abu. Dua perbedaan yang bukan tak mungkin untuk bisa disatukan. Pada kenyataannya pun kisah indah selalu berawal darinya. Dimasa putih abu-abu.

Lagi-lagi aku hampir tergelincir. Tergelincir pada kesalahan masa lalu yakini kian terjadi lagi. Aku mulai mengagumi sosok laki-laki (lagi). Diam-diam hatiku mengabadikan sosoknya.
Satu sisi mencoba mengenali. Meskipun yang lain tak pernah peduli. Aku tetap diam dan menanti. Menunggu asa yang tak akan pernah terjadi. Seperti Abu-abu yang mencoba menjadi Putih.

Seorang pemusik yang tak akan kusebutkan namanya disini. Dia seolah menarikku kedalam pusat medan magnetnya. Membuatku tak hentinya tentang apa yang kurasa disaat aku memandangnya, bahkan mengingatnya. Rasa itu membuncah tatkala aku berpas-pasan dengannya, atau saat dia secara tak sengaja menatapku disaat aku sedang memandangnya juga.

Dalam diam aku mencoba mengetahui segala tentangnya. Setiap jam istirahat aku tak pernah melewatkan untuk melihatnya. Karena jurusan kami berbeda, aku pun yang harus lebih berjuang untuk bermodus agar bisa melihat sosoknya; resiko jatuh cinta diam-diam.  Ingin sekali aku bisa melalui istirahat dengannya. Setidaknya, berbicara tentang apa yang dipelajarinya tadi.
Diluar semua itu, sisi lain diriku mengatakan sebaliknya. Menyembunyikan ketertarikanku padanya dibalik ketidakpedulianku. Aku bersikap seperti yang seharusnya, seperti aku yang tidak mengenalnya. Tidak sedikit pun aku menunjukan kekagumanku padanya, tidak juga pada orang-orang disekitarku, kecuali pada kedua sepupu perempuanku yang kebetulan sebaya denganku.  Rasa itu seakan terus membara. Benarkah aku menyukainya?

Putih dan Abu-abu terus berlari. Mencoba menemukan ujung akhir rasa ini. Walaupun untuk tidak dikenali. Demi suatu yang tak pasti.
Semua memang  terasa berbeda disaat aku sudah berada di kelas XI. Tidakku duga, semua yang tercetus oleh anganku dapat diwujudkan sang waktu. Dia mengenalku. Dan aku, tentu saja sudah mengenalnya dari dulu, walaupun dalam geriliya ku sendiri. Tapi kebalikan dari semua itu, keakraban kita semakin berkurang ketika kita berbeda jurusan. Kamu, mantan teman kelas X ku yang kini masih menguasai apa yang seharusnya tidak kau kuasai;hatiku.

Memang saat kelas X kami terlihat cukup akrab. Tapi keakraban aku dan dia diluar maksud perasaan hati yang sebenarnya. Munafik memang. Bahkan sudah sedekat ini aku tetap tidak pernah menunjukan perasaanku. Kemunafikan itu memang selalu menjadi tamengku disaat rasa itu kian menghantuiku. Rasa itu tak akan pernah berhenti tumbuh dan akan selalu menunggu untuk dikenali. Begitu juga, kemunafikan selalu berhasil menyelip.

Aku mulai merasa bosan dengan suasana ini. Kerjaan rutinku yaitu mencari lagu yang kira-kira cocok untukku. Aku menemukannya. Beberapa lagu yang kurasa cocok untukku. Kuputar lagu itu dengan volume pelan kala guruku memilih untuk hanya memberikan tugas, takut mengganggu kesibukan yang lain. Musiknya mengalun lembut ditelingaku. Menghanyutkan aku dalam setiap liriknya.
Benarkah aku menyukainya? Pertanyaan itu muncul lagi. Hatiku tak mampu menjawabnya. Masih berada dikebimbangan diriku. Perasaan itu masih ada, dan terus tumbuh setiap harinya. Begitu juga dengan yang satunya. Ia tetap mampu bertahan, hingga munafik itu bisa menyamainya. Semuanya mendatangkan keraguaan. Aku takut ini hanya fatamorgana yang akan hilang dalam sekejap. Tidak. Batinku mulai berteriak. Bukankah itu hanya kepura-puraan yang selalu kutunjukan di depannya? Aku menyukainya. Masih setia menjadi pengagum rahasianya. Dan mungkin akan begitu seterusnya.

Adakalahnya Putih dan Abu-abu berlalu. Meninggalkan segala yang tak tentu. Pasrah pada sang penentu. Berharap kisah dibekukan oleh waktu.

Hingga di sebuah lamunanku, aku sempat berfikir cukup berlebihan.
Bila aku tak berujung denganmu

Biarkan kisah ini ku kenang slamanya

Tuhan tolong buang rasa cintaku

Jika tak kau izinkan aku bersamanya.


Aku sering menulis hal-hal penting yang sedang aku rasakan. Termasuk artikel ini. Sungguh lucu. Ribuan kata tersusun yang terkadang aku pun tak sadar aku bisa menyelesaikan tulisan-tulisanku ini, terkadang pula kubaca ulang dan kupahami maknanya dalam-dalam. Seperti yang terus kulakukan selama ini. Sehingga rasa ini tidak terlalu terasa menyesakkan. Yah, pada akhirnya aku menyimpulkan, mencintai  dalam hati akan lebih baik jika terus tersimpan rapi dan tetap disana. Tak akan pernah berubah, dan indahnya masih sama.

Rabu, 26 Februari 2014

41 Derajat Wanita Sholehah

1.   Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”
2.    Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memelihara auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
3.      Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang lelaki yang soleh.
4.       Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
5.       Seorang wanita jahat adalah lebih buruk dari daripada 1000 lelaki jahat.
6.       Wanita yang menguli tepung dan gandum dengan Bismillah, Allah akan berkati rezekinya.
7.   Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di  Baitullah.
8.       Wanita yang memerah susu binatang dengan Bismillah akan didoakan oleh binatang itu dengan doa  keberkatan.
9.  Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut akan Allah dan orang yang takut akan Allah diharamkan api neraka atas tubuhnya.
10.   Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa menyukai anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
11. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah Syurga.
12.   Daripada Aisyah “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang daripada api Neraka.
13.   Surga itu dibawah telapak kaki ibu.
14.   Apabila kedua ibu dan bapamu memanggil, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
15.  Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya, akan tertutup pintu Neraka dan terbuka pintu-  pintu Syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki tanpa dihisab.
16. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga solat dan puasanya.
17.  Perempuan apabila solat 5 waktu, puasa Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu Syurga mana saja yang dia kehendaki.
18. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
19.   Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
20.   Aisyah r.a berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap  wanita? Jawab baginda, “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah  “Ibunya”.
21.  Setiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T memasukkan dia ke dalam Syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10000 tahun).
22.   Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih  sayang, akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
23.   Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas, jika wanita memicit  suami bila disuruh akan mendapatkan pahala 7 tola perak.
24.   Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki Syurga.
25.   Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.
26.   Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga  adab rumah tangganya akan masuk Syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi  ketua 70000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam Syurga dan      menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
27.   Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat  untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan  darinya 1000 kejahatan.
28.   2 rakaat solat wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak    hamil.
29.   Wanita yang hamil akan mendapat pahala berpuasa pada siang hari.
30.   Wanita yang hamil akan mendapat pahala berpuasa pada malam hari.
31.   Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.
32.   Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada  satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.
33.   Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan  ibunya melahirkannya.
34.  Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.
35.  Apabila telah lahir anak lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
36.   Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup waktu (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa Syurga wajib baginya.
37.   Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala  satu tahun solat dan puasa.
38.   Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya akan dapat satu pahala  daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
39. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
40.   Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia menghiburkan hatianaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
41. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W) di dalam Syurga.

Minggu, 16 Februari 2014

BERSABARLAH, HATI!

Tak pernah terpikirkan sebelumnya, saat-saat seperti ini akhirnya datang juga. Ketika diri sendiri merasa terlalu sepi untuk lari dari sunyi, namun terlalu enggan mencari yang mampu mendampingi. Seakan cinta di dalam dada terlampau berharga untuk diberikan begitu saja. Seakan kosong di dalam hati terlalu kecil untuk bisa kututupi sendiri—padahal tidak. Semua bagai berpura-pura, namun bukan begitu sebenarnya. Aku hanya takut terluka, sebab segala cinta yang kukenal, belum ada yang berakhir bahagia.
Semiris itukah cinta yang menghampiri hati? Atau aku yang telah tak berhati-hati menaruh hati?
Jika mencintai berarti memberi hati seutuhnya, aku tidak ingin mempertaruhkannya pada yang mahir meretakkan. Karena tidak pernah ada yang tahu telah sejauh apa aku memunguti serpihan itu satu-satu, mengumpulkannya, lalu menyatukannya lagi hingga sempurna, hingga tak ada luka. Setelah sembuh, lalu semudah itu seorang baru merobohkan hatiku hingga lagi-lagi runtuh?
Aku tahu, tak baik terus begini. Bagaimana bahagia bisa mendatangi, jika membuka hati saja aku tak berani? Dengan alasan apapun, yang punya awal pasti kelak berakhir. Meski sudah melangkah paling hati-hati, kuyakin ada saatnya hati akan sakit kemudian sembuh sendiri. Namun aku lelah terus menerus terjebak pada repitisi yang sama. Seseorang datang, mendekat, bersama, sakit, lalu berujung aku, atau dia yang luka.
Jika boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir. Agar tak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir. Tapi inilah perjalanan. Kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang semesta beri. Sejuta tempat singgah, berkelana hingga berdiam di titik lelah, masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah.
Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya dan bukan bagaimana caramu mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan dan mendewasa dalam setiap pilihan.
Di dasar hatiku pernah terletak beberapa nama. Di sela-sela tiap mula ada ketakutan yang sama, tentang hubungan yang berujung tanpa bersama. Tapi ini mungkin hanya soal bertoleransi dengan waktu. Jika cinta sudah mendatangi, sekeras apapun kamu menolak, ia pasti akan menang telak.
Jika ini hanya perihal waktu, aku tahu aku pintar menunggu. Namun barangkali, ini lebih dari itu. Sebab katanya, Tuhan hanya memberi sesuatu jika kita telah betul-betul siap memilikinya. Mungkin saja ada yang memang belum betul-betul siap—mungkin saja aku, mungkin saja kamu, mungkin saja entah. Meyakini hal-hal semu memang tak mudah, tapi lebih baik daripada menjatuhkan diri pada kesedihan yang salah.

Bersabarlah, hati. Yakinilah, di lain hari, kita akan lebih bahagia daripada ini.