Senin, 12 November 2012

Ketika aku duduk bosan di teras rumah ku yang nyaman ini. Sejuk nya embun sore hari menemani kesepian ini. Ketika aku mulai berfikir, ketika aku mulai merindukan, memang benar aku dapat menyimpulkan, suasana disini sangat lah berbeda dengan suasan di kota ku yang panas yang jauh disana. Aku mulai merindukan canda tawa mereka, tiada hari tanpa kata "sibuk" tapi, jujur saat aku melalui nya bersama mereka, justru semua nya sangat lah indah. Tak ada sedikit pun rasa lelah yang terucap, rasa itu hilang seketika saat kita melalu kesibukan bersama. Tiada detik tanpa bersama, seluruh cerita sedih dan senang sudah kita rasakan. Dan kini? Hanya lah menjadi kenangan manis yang sangat berguna untuk dijadikan pembelajaran. Aku tidak pernah menyesal telah mengenal mereka, sungguh takkan ernah menyesal! walau air mata kekecewaan sering terjatuh dari mata ini, tapi aku tahu, bahwa itu adalah salah satu wujud keakraban batin kita yang begitu melekat. Aku sangat meridukan sosok kalian, aku rindu kekanak2an kalian dalam menjalani kesenangan dan kedewasaan kalian dalam menyelesaikan masalah. Kini, di kehidupan ku yang baru ini aku telah menemukan sosok seperti kalian, tapi mengapa tak senyaman dulu? Apakah mungkin hanya bermasalah dengan waktu? Apakah benar mungkin ini semua hanya sesaat? Satu hal yang dapat ku simpulkan hingga detik ini, ya.. Kekonyolan, perhatian, kekanak2an, kedewasaan, keasikan, keibuan, kepercayaan, kesetiaan, kecerdasan kalian dalam mengemukakan ide brilian, dan semua tentang kalian sangat tidak bisa tergantikan. Walau kalian sudah menemukan pengganti ku disana, jujur dari hati ku yang terdalam, aku belum menemukan pengganti untuk sosok kalian. Sudah ku bilang, kalian memang tidak bisa tergantikan. Akan kah jika ku kembali, suasana akan kembali seperti dulu? Kurasa tidak, walaupun hanya sedikit kenangan yang dapat terulang, tak mungkin 100% semuanya akan kembali seperti dulu. Kalian sudah menemukan pengganti ku, kini semuanya berbeda. Kau telah bersama mereka, ya, mereka yang bisa dikatakan sebagai pengganti ku, bukan? Walau begitu, tenang saja, aku yakin di dalam lubuk hati mu yang terdalam, masih terukir indah semua kenangan manis dan nama ku yang indah, sahabat({}) Hanya jarak yang membedakan dulu dan sekarang, bukan?








Tidak ada komentar:

Posting Komentar